Berita dan Informasi

Pembukaan Kuliah INSTIPER TA 2016/2017

Pembukaan Kuliah INSTIPER TA 2016/2017

Sebanyak 785 mahasiswa baru Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta mengikuti Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (Okkabun) dan Kuliah Perdana di Kampus Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan di kebun Stiper Edu Agro Tourism (SEAT) Jalan Lemah Ireng Raya, Desa Projosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Secara resmi kuliah di buka oleh Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Ir Purwadi MS di SEAT, Selasa 16 Agustus 2016.
Dijelaskan Dr. Purwadi, Pembukaan Kuliah TA 2016/2017 yang digelar di kebun SEAT merupakan yang pertama kalinya karena selama ini Pembukaan Kuliah dilaksanakan di kampus INSTIPER di Yogyakarta. Pembukaan Kuliah kali ini dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah V DIY, Dr Ir Bambang Supriyadi, CES,DEA, Soedjai Kartasasmita Begawan Perkebunan Indonesia, YPKPY, serta Eddi Santoso - PT Smart Tbk dan Mulyadi N.- PT RAPP yang memberikan beasiswa berikatan dinas dari perusahaan.
Lebih lanjut Dr Purwadi mengatakan 785 mahasiswa baru tersebut berasal dari 29 provinsi. Paling banyak berasal dari Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 215 mahasiswa, tempat kedua Riau sebanyak 151 mahasiswa, dan tempat ketiga Kalimantan Tengah sebanyak 61 mahasiswa.
Sementara Koordinator Kopertis V, Bambang Supriyadi mengatakan sangat mengapresiasi Instiper Yogyakarta dalam memberikan orientasi kepada mahasiswa baru. Orientasi tidak hanya diberikan di kampus, tetapi juga dilaksanakan di kebun milik Instiper Yogyakarta. Beliau menambahkan “Hal yang dilarang pemerintah dalam penerimaan mahasiswa baru adalah tindak kekerasan dalam masa orientasi mahasiswa baru”.
Beliau menilai Instiper yang melakukan orientasi kampus terhadap mahasiswa baru di SEAT merupakan terobosan baru. Orientasi di kebun ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada mahsiswa baru bahwa ke depan mereka akan bekerja di dunia perkebunan seperti SEAT.
“Meskipun di situ ada tambahan pariwisata, maksudnya adalah mahasiswa dituntut tidak hanya mengembangkan kebun saja. Melainkan mereka juga dituntut untuk mengembangkan kebun sebagai daerah tujuan wisata. Saat ini banyak daerah wisata berbentuk kebun,” lanjutnya.

 

18/05/2017 (02:09)
Admin
Dibaca: 4341x