Berita dan Informasi

OKKABUN dan Pembukaan Kuliah TA 2018/2019

OKKABUN dan Pembukaan Kuliah TA 2018/2019

Sebagai rangkaian penyambutan sekitar 909 mahasiswa baru Tahun Akademik 2018/2019, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta mengadakan Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN). Kegiatan OKKABUN dilaksanakan di Kampus dan SEAT Bawen Kabupaten Semarang.

“Pada Tahun Akademik 2018/2019 ini, kami menerima sekitar 909 mahasiswa. Sekitar 16,7 persen atau sekitar 152 orang merupakan penerima beasiswa baik ikatan dinas maupun bidikmisi,” ungkap Rektor INSTIPER, Dr. Purwadi.

Secara rinci, Dr. Purwadi menerangkan, sekitar 145 mahasiswa memperoleh beasiswa dari beberapa perusahaan. Seperti PT SMART, PT Ciliandry Anky Abadi, PT Asian Agri, PT Golden Land Gemilang untuk program Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta. Juga beasiswa ikatan dinas dari PT RAPP dan PT Toba Pulp Lestari yang dikhususkan untuk program Sarjana Hutan Tanaman Industri Fakultas Kehutanan.

Tahun ini, ratusan mahasiswa baru berasal dari sekitar 29 provinsi di Indonesia. Jumlah terbanyak dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Tengah,” lanjutnya.

Salah satu rangkaian acara OKKABUN adalah Pembukaan Kuliah sekaligus Peresmian Gedung Pilot Plant yang dilaksanakan di SEAT pada Senin (20/8/2018).

Pembukaan Kuliah TA 2018/2019 dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im yang memberikan kuliah umum dihadapan maba dan tamu undangan sekaligus meresmikan Gedung Pilot Plant. Dalam kuliah umum tersebut Prof. Ainun menekankan bahwa sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia.

Sesjen Kemenristekdikti juga berharap para mahasiswa baru angkatan 2018 INSTIPER untuk selalu menambah wawasan bukan hanya di kelas saat perkuliahan berlangsung, tetapi juga berfikir untuk selalu melakukan inovasi dan mempelajari teknologi baru agar dapat bersaing dengan bangsa lain di masa depan.

“Kalian harus berfikir bahwa belajar tidak hanya di kelas saat perkuliahan saja, tetapi kalian harus berfikir juga bagaimana untuk bisa menemukan hal-hal baru atau mempelajari teknologi baru karena di era revolusi industri 4.0, yang maju adalah teknologinya dan pelajarilah itu,” tegas beliau menutup kuliah umumnya dihadapan 909 mahasiswa baru dari 29 provinsi.

04/09/2018 (04:45)
Admin
Dibaca: 382x