Berita dan Informasi

Kejuaraan Pencak Silat Perebutkan Piala Rektor INSTIPER Yogyakarta

Kejuaraan Pencak Silat Perebutkan Piala Rektor INSTIPER Yogyakarta

Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia yang berkembang di seluruh nusantara. Pencak silat tidak hanya sebuah bela diri, namun di dalamnya terdapat unsur seni, olahraga, dan kerohanian. Bagi orang yang mempelajari bela diri pencak silat, semakin tinggi ilmu atau kemampuan pencak silatnya akan lebih waspada dan berhati-hati, serta tidak menyalahgunakan ilmu beladirinya untuk menyakiti orang lain.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Purwadi,dalam acara final kejuaraan pencak silat tingkat SMA/SMK se-regional DIY-Jawa Tengah di GRHA INSTIPER (11/11), menyampaikan “Kejuaraan pencak silat ini diselenggarakan selain untuk mencari bibit-bibit atlet pencak silat yang berkualitas juga bertujuan untuk sarana mengenalkan peserta dan penonton untuk lebih mencintai budaya dan olahraga pencak silat Indonesia. Selain itu kejuaraan ini dharapkan mampu meningkatkan semangat persatuan dan rasa persaudaraan diantara pesilat  dari berbagai SMA/SMK di wilayah regional DIY-Jawa Tengah. Acara ini juga diharapkan dapat memantapkan dinamika generasi muda dalam menjunjung tinggi jiwa patriotisme dan sportifitas” terangnya.

Rektor INSTIPER menambahkan, “Indonesia sangat bangga karena dalam pagelaran Asian Games lalu, para atlet pencak silat Indonesia telah berjuang keras mengharumkan nama bangsa. Dengan memanfaatkan euphoria tersebut, INSTIPER yang juga memiliki Perguruan Pencak Silat Stiper (PPSS) berinisiatif untuk menyelenggarakan kejuaran pencak silat ini”.

Kejuaraan pencak silat yang memperebutkan Piala Bergilir Rektor INSTIPER Yogyakarta telah diselenggarakan di GRHA INSTIPER pada tanggal 9-11 November lalu. Acara tersebut mengambil tema “Satukan Perbedaan dan Raih Prestasi Demi Melestarikan Budaya Bangsa”.  Pada kejuaraan yang dibagi menjadi 8 kelas tanding untuk remaja putra dan putri, kategori seni, dan kategori beregutersebut diikuti oleh 268 orang dari 58 kontingen yang berasal dari regional DIY-Jawa Tengah.

Juara umum 1 dengan jumlah mendali perunggu 1, perak 2 dan emas 5 diraih oleh SMA N 1 Sewon diikuti Juara umum 2 dengan jumlah mendali perunggu 3, perak 1 dan emas 4 diraih oleh Tapak Suci Cab. Tieng Wonosobo, diikuti Juara umum 3 dengan jumlah mendali perunggu 1, perak 1 dan emas 2 diraih oleh Sragen Silat Club.

Kategori pemenang  juara pesilat terbaik putra diraih oleh Hasan Ardiansah dari kontingen Sragen Silat Club dan pemenang juara pesilat terbaik kategori putri diraih oleh  Nur Anisa dari kontingen MAN 2 Yogyakarta.

Kategori  pemenang seni tunggal kategori putra, juara 1 diraih oleh Naufal Aditya Rahman dari kontingen SMA N 1 Sewon dan pemenang seni tinggal putri, juara 1 diraih oleh Yusriarifah dari kontingen MAN 3 Sleman.

Betti Yuniasih, Humas INSTIPER, menambahkan “Pencak silat sangat dekat dengan mahasiswa INSTIPER. Pendidikan pencak silat sampai saat ini terus dilestarikan sebagai salah satu pendidikan khas di INSTIPER yang diberikan pada semester 1 yang merupakan blok pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan pencak silat dilaksanakan oleh Perguruan Pencak Silat Stiper (PPSS) melalui Praktikum Ilmu Budaya Dasar (IBD). INSTIPER juga memiliki unit kegiatan mahasiswa Beladiri Metafisika yang fokus pada bela diri non fisik dengan menggunakan tenaga dalam. UKM yang telah berdiri selama 10 tahun tersebut memiliki 4 divisi yaitu divisi tenaga dalam, divisi pencak silat, divisi pengobatan, dan divisi keputrian”.

14/11/2018 (03:24)
Admin
Dibaca: 404x